Gubernur bagikan ventilator ke 15 RS di Madiun

2020-09-20 06:15:29 || Sudah dibaca sebanyak : 65X

Tingkatkan Kualitas Penanganan Pasien COVID-19 di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Bagikan 25 Ventilator kepada 15 Rumah Sakit

 

Madiun, 18 September 2020

Untuk meningkatkan kualitas penanganan COVID-19 di Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali membagikan ventilator sebanyak 25 buah kepada 15 Rumah Sakit Rujukan COVID-19 yang tersebar di Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Trenggapek, Magetan,  bertempat di Pendopo Ronggo Djoemeno, Madiun, Rabu (16/9).

Kelima belas RS tersebut antara lain, RSUD Nganjuk, RSUD dr. Harjono S. Ponorogo, RSUD dr. Iskak Tulungagung, RSUD dr. Soeroto Kabupaten Ngawi, RSUD dr. Soedomo Trenggalek, RS Angkatan Udara dr. Efram Harsana Magetan, RSUD dr. Sayidiman Magetan, RSUD dr. Darsono Kabupaten Pacitan, RS Islam Siti Aisyah Madiun, RSUD Kertosono, RS Aisyiyah Kabupaten Ponorogo, RSUD Dolopo Madiun, RSU Bhayangkara Tk. III Nganjuk, RSU Darmayu Ponorogo, RSU Muhammadiyah Ponorogo.

Ventilator yang dibagikan kepada lima belas rumah sakit tersebut merupakan bantuan dari United States Agency for International Development (USAID) yang diberikan melalui Kemenkes RI. Total bantuan yang diberikan kepada Pemprov Jatim sejumlah 210 buah ventilator.

Dengan adanya bantuan ventilator ini Khofifah berharap tingkat kesembuhan Covid-19 di Jatim semakin meningkat, dan sebaliknya tingkat kematiannya bisa semakin menurun.

“Per tanggal 17 September 2020, tingkat kesembuhan di Jatim berjumlah 31.866 orang atau 80,66 persen. Angka kesembuhan tersebut tertinggi di antara Provinsi di Indonesia.” Jelas Khofifah.

Bantuan ventilator ini diperuntukkan bagi Rumah sakit yang memiliki Ruang Isolasi, Ruang tekanan negatif dan ICU yang belum dilengkapi dengan Ventilator. Pembagian ventilator dilaksanakan secara bertahap sesuai Wilayah/ Bakorwil untuk sekitar 101 Rumah Sakit Rujukan Covid yg sudah mengajukan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana, M.Kes menjelaskan bahwa Kriteria RS yang mendapatkan bantuan ventilator antara lain, memiliki SDM yang mampu mengoperasionalkan seperti Dokter spesialis Anastesi dan perawat anastesi, kepemilikan/ratio Ventilator dibanding jumlah tempat tidur Isolasi, Ketersediaan Ruangan dan Jumlah pasien Covid yang dirawat.

   

Selain ventilator, dalam acara ini juga diserahkan bantuan berupa masker kepada Koordinator Kabupaten/ Kota Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana. Serta, penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan BUMDes.

Khofifah berharap agar seluruh Korkab/ko PKH, TKSK dan Tagana bersama-sama saling mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker dengan benar.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama terus memberikan edukasi  kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan masker dengan benar, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan. Hal ini penting sebagai salah satu upaya efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

  

Saat ini operasi yustisi penegakan protokol kesehatan juga sudahdigelar serentak di Jawa Timur. Langkah tersebut merupakan salah satu upaya promotif dan preventif dalam mencegah penularan COVID-19.

“Pelaksanaan operasi yustisi ini diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk mengedukasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan secara benar, sehingga bisa menekan angka jumlah pertambahan kasus baru di Jawa Timur.” tuturnya