2014 Tak Ada Pasien yang Dikembalikan oleh RS Manapun di Jatim Hari Kesehatan Nasional ke 49

2013-12-05 01:39:39 || Sudah dibaca sebanyak : 831X

SURABAYA- Tahun ini, pelaksanaan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 49, bertema Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional Bermutu, di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, Rabu (13/11). Dihadiri Gubernur Jatim Dr H Soekarwo, dan hampir semua kepala SKPD Provinsi Jatim juga tampak memenuhi kursi undangan, serta dari kementerian kesehatan.  

            Ketua Pelaksana HKN ke 49 yang juga Kepala Dinkes Jatim Dr Harsono mengatakan, sungguh luar biasa apabila semua sektor akan bersinergi untuk membangun kesehatan di Jatim. “Fokus kita bersama saat ini adalah masalah gizi buruk dan bayi yang merupakan permasalahan yang tak hanya bisa diatasi dengan ilmu kesehatan saja. Namun bertumpu dan bergantung pada pemberdayaan masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah provinsi dan daerah,” ujarnya.

            Pembangunan kesehatan di Jatim memerlukan berbagai inovasi serta terobosan dengan peningkatan, seperti peningkatan pelayanan puskesmas, peningkatan pelayanan SDM, dan berbagai regulasi untuk peningkatan sistem yang lebih baik. “Yang sangat luar biasa dukungan gubernur untuk kemajuan pembangunan kesehatan di Jatim. Begitu pula peranan tim penggerak PKK yang ada di Jatim yang sangat peduli,” tuturnya.

            Dalam rangka HKN ke 49 telah dilaksanakan berbagai tindakan yang memberikan motivasi dan apresiasi untuk petugas kesehatan, kader, organisasi, dan tokoh masyarakat yang tentunya dapat memberikan semangat untuk membangun Jawa Timur yang lebih sehat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran kesehatan tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta tenaga puskemas yang telah berkarya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang baik,” ucap Harsono. Diharapkan semua tugas, pengabdian, dan keberhasilannnya dapat mencapai tujuan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat Jawa Timur menjadi lebih baik, makmur, sehat, dan sejahtera.

            Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Jatim Dr Soekarwo menyatakan, negara bertugas melayani semua masyarakat, tapi khusus yang tak mampu dan menjadi tanggungjawab sepenuhnya. Negara harus memihak yang jelas terhadap ketidakmampuan masyarakat, dan tak boleh membiarkan yang tak mampu kemudian menyelesaikan masalahnya sendiri. Itu tugas negara, apalagi dalam kondisi yang liberal seperti saat ini. “Yang harus dibela 14 variabel yang ada di BPS yaitu orang miskin,” tandasanya.

Orang miskin di Jatim 4771.000 jiwa atau 12,55 %. Namun sekarang berubah, mengikuti cara bank dunia yang dikonsep dalam kesehatan 40 %  dari jumlah penduduk. Sedangkan penduduk Jatim 38 juta lebih, maka 14,6-15 juta yang harus diurus. Ini yang betul dan sudah masuk PPLS 2011. Akan tetapi yang dikelompokan ini, ternyata uangnya tak cukup dari pusat, uangnya hanya cukup 36,5 % saja, ini kurang.

Menurut Soekarwo, sebelum konsep ini dijalankan sudah punya 12,1 juta yang diurus dalam asuransi kesehatan yaitu 10,7 juta jamkesmas dari jakarta, tapi 1,4 juta jamkesda yang diurus bersama kabupaten kota. “Kita ada Rp 340 miliar, Rp 170 miliar ada di provinsi dan Rp 170 miliar ada di kabupaten kota, separuh-separuh. Ternyata belum masuk semua, sisanya 707 ribu jiwa yang harus diurus jamkesda lagi kurang lebih Rp 59 miliar,” paparnya.

Sedangkan dibidang kejiwaan sekarang ini ada 1000 orang yang dipasung, harus diselesaikan tahun ini dan ditanggung seluruhnya oleh pemerintah, sehingga 2014 tak ada lagi orang yang dipasung. Selain itu, pemerintah siap menanggung berbagai penyakit, diantaranya gagal ginjal, kepala yang membesar (hydrocephalus), kelainan pendarahan (hemomfilia). “Sejak Januari 2014 tak ada lagi pasien yang dikembalikan oleh rumah sakit manapun di Jatim. Itu yang harus diurus pemerintah, harus ngurusi orang miskin yang 40 %, meski berobat di rumah sakit yang mahal-mahal, ditanggung pemerintah. Itu merupakan tanggungjawab pemerintah, dan disiapkan uang untuk itu dari APBD provinsi dan kabupaten kota,” tegasnya.

            Pada kesempatan tersebut Gubernur Jatim menyerahkan penghargaan pendukung kesehatan, diantaranya Hj Nina Soekarwo Ketua PKK Jatim, Yetty Sutan Deputy District Governor Rotari Club Indonesia, Prof Dr R Sunaryadi Tejawinata pengembangan pelayanan paliatif, Prof Dr Netty RHT pengembangan pelayanan paliatif, Rudy Prins relawan paliatif, Heru Setyawan kader relawan peduli kesehatan jiwa Desa Paringan Kab Ponorogo, Syahroni Ketua LSM Spektra, TP PKK Kab Madiun pengembangan lingkungan, TP PKK Surabaya pengembangan lingkungan, TP PKK Kab Ngawi pengembangan PHBS, dan TP PKK Kab Bojonegoro pengembangan posyandu.

 

Berikut penerima penghargaan HKN ke 49

Puskesmas Berprestasi pemenang pertama, Puskesmas Ngempit Kab Pasuruan, kedua Karangan Kab Trenggalek, ketiga Dinoyo Kota Malang, harapan pertama Sugihwaras Kab Bojonegoro, kedua Wonoasih Kota Probolinggo. Pustu Berprestasi pertama, Pustu Purworejo Kebonagung Kota Pasuruan, kedua Simbatan Gorang Gareng Kab Magetan, ketiga Wonotoro Sukapura Kab Probolinggo, keempat Simokatrungan Banyu Urip Surabaya, kelima Grogol Pesanten I Kota Kediri. Ponkesdes Berprestasi pertama, Ponkesdes Jarakan Gondang Kab Tulungangung, kedua Mangunrejo Tladan Kab Magetan, ketiga Kabalan Kanor Kab Bojonegoro, keempat Selok Anyar Pasirian Kab Lumajang, kelima Jiyu Pesanggrahan Kab Mojokerto.

            Lomba Jumantik pertama, Kota Mojokerto, kedua Kota Malang, ketiga Kediri, harapan pertama Situbondo, kedua Bondowoso, ketiga Surabaya. Jambore Duta Kesehatan Remaja 2013 pertama putra, Willy Abiyyu Dzaky SMAN 1 Kab Mojokerto, pertama putri Nery Diana SMAN 1 Kab Situbondo, kedua putra Bustanul Ulum SMAN 1 Kab Sumenep, kedua putri Novita Alanvia SMAN Cerme Kab Gresik, ketiga putra Novawan Adutya SMAN 1 Boyolangu Kab Tulungagung, ketiga putri Aulia Rahma Putri SMAN 2 Kota Mojokerto. Lomba Kelompok Pendukung Air Susu Ibu (KP-ASI) pertama, Banyuarang Ngoro Kab Jombang, kedua Bendo Pagu Kab Kediri, ketiga Salamrejo Karangan Kab Trenggalek.

             Tenaga Kesehatan Teladan Puskesmas, Dokter Teladan pertama, dr Nugrahaningrum Puskesmas Ngawi Kab Ngawi. Kedua, drg Erwan Budi Santoso, Gucialit Lumajang. Ketiga, dr Rahmat Suudi, Gundih Surabaya. Keempat, dr Diyan Eka Puspitasari, Sukomulyo Gresik. Kelima, drg Wulan Sri Wahyuni, Panji Situbondo. Perawat Teladan pertama, Sri Ningsih, Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Kedua, Hafsatun, Omben Sampang. Ketiga, Uswatun Hasanah, Maron Probolinggo. Keempat, Enny Ruslikawati, Sukomulyo Gresik. Kelima, Deddy Ilham Nurdiana, Pare Kediri. Nutrisionis Teladan pertama, Sri Handayani, Puskesmas Lembeyan Magetan. Kedua, Cahyani Setiya Rahayu, Sukorejo Blitar. Ketiga, Me’in Yuliana, Pulorejo Jombang. Keempat, Sylvia Agustin, Pasrujambe Lumajang. Kelima, Fitria Eko Cahyani, Besuki Situbondo. Kesehatan Masyarakat Teladan pertama, Meihindra Cahyo, Puskesmas Jelakombo Jombang. Kedua, Sti Ambaryanti, Donorejo Pacitan. Ketiga, Tri Wahyuning Novitasari, Manguharjo Madiun. Keempat, Esti Mumpuni, Kejayan Pasuruan. Kelima, Hendri Suhono, Wonosari Bondowoso.    

LAKIP


CACAK