Raih Predikat A dari Gubernur

2020-11-16 08:45:05 || Sudah dibaca sebanyak : 184X

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur kembali meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, yaitu Penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan Predikat A, kemudian 2 (dua) UPT Dinkes Jatim juga berhasil menyabet penghargaan TOP 30 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 yang diraih oleh UPT RS Paru Jember dan Penghargaan Terbaik III dalam Kompetisi Kelompok Budaya Kerja tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 yang diraih oleh UPT RS Kusta Kediri pada acara Penyerahan Penghargaan yang diselenggarakan di Singhasari Resort & Convention Batu, Jum’at (13/11).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana, M.Kes. menyampaikan apresiasinya kepada para pemenang yang telah berjuang keras dalam meraih prestasi, meningkatkan budaya kerja dan menciptakan inovasi pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur.

Inovasi pelayanan publik RS Paru Jember yang berhasil masuk TOP 30 KOVABLIK adalah BUSY COVID-19 (Burning System Corona Virus Disease 2019).

Plt. Direktur RS Paru Jember, dr. Sigit Kusuma Jati, MM. menjelaskan bahwa BUSY COVID-19 ini merupakan inovasi pelayanan publik tentang bagaimana cara mencegah dan mengendalikan infeksi COVID-19 dengan cara membakar virus SARS COV-2, dimana secara teori virus SARS COV-2 akan mati jika berada pada suhu di atas 56 derajat celcius. Inovasi ini terbutkti efektif, terlihat dari tidak adanya pegawai RS Paru Jember yang terpapar COVID-19.

Sedangkan inovasi KBK REAKSI RS Kusta Kediri yang berhasil menjadi Terbaik Ketiga dalam Kompetisi KBK adalah DATA JAKA.

Direktur RS Kusta Kediri, dr. Yunihan Gustam menjelaskan bahwa DATA JAKA merupakan inovasi untuk meningkatkan kepatuhan dalam penggunaan obat reaksi pada pasien kusta dengan merubah kemasan obat Dari beberapa Tablet menJadi 1 Kapsul (DATA JAKA), sehingga pasien dapat lebih mudah dalam mengkonsumsi obat tersebut, menghilangkan rasa pahit dan menurunkan rasa bosan karena obat dikonsumsi dalam waktu lama dengan jumlah yang banyak. Inovasi ini terbukti efektif, terbukti data pasien reaksi berulang menurun dan kasus kecacatan terus mengalami penurunan setiap tahunnya.