KEMENKES dan BNPB Resmikan RS Lapangan

2020-06-03 15:28:06 || Sudah dibaca sebanyak : 184X

KEMENKES dan BNPB Resmikan RS Lapangan

dan Berikan Bantuan untuk Penanganan COVID-19 di Jawa Timur

Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan pada Provinsi Jawa Timur dalam menangani pandemi Covid-19. Bantuan diterima langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/6). Selain menyerahkan bantuan, Menkes dan Kepala BNPB juga meresmikan rumah sakit lapangan di jalan Indrapura Surabaya.

Bantuan dari Menteri Terawan Agus Putranto berupa 10 unit alat ventilator dan 21 paks plasma convalescent. Sedangkan bantuan dari BNPB yang diserahkan Kepala BNPB Doni Monardo, berupa alat PCR (Polymerase Chain Reaction) 30 ribu buah, VTM (Virus Transport Media) 50 ribu buah, RNA (Ribonucleic Acid) 31 ribu buah dan APD (alat pelindung diri) 10 ribu buah.

"Bantuan yang diberikan untuk Jawa Timur akan terus dilakukan untuk percepatan penanganan Covid-19. Bantuan ini dalam rangka pelaksanakan tugas langsung dari Bapak Presiden Jokowi,"kata Doni Monardo.

Doni menjelaskan, saat ini, warga positif Covid-19 di Jatim termasuk dari kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang ditemukan dalam proses pelacakan. Tes masif yang dilakukan Pemprov Jatim ini diberikan dorongan dan dukungan terus oleh pemerintah pusat.

 

“Kami sangat senang Ibu Gubernur punya gagasan mendirikan RS Lapangan. Ini akan membantu RS rujukan. Jangan biarkan RS penuh oleh pasien. Karena jika RS penuh maka dokternya akan kelelahan. Dengan begitu dokter menanganinya kurang maksimal,”ujarnya.

Sedangkan Menkes Terawan berharap kasus Covid-19 di Jawa Timur bisa segera teratasi.

"Semoga situasinya semakin baik dan angka kematian bisa segera menurun. Perlengkapan pelacakan (tracing) dan PCR kita datangkan untuk cek kontrol kasus sedini mungkin dan penyebaran bisa dilokalisir," kata Terawan.

 

Terawan memastikan akan fokus membantu penanganan Covid-19 di Jatim. Dia berjanji dengan Kepala BNPB akan sering turun ke Jawa Timur untuk menangani Covid-19 dengan baik.

“Sungguh saya bangga dengan Jatim. Saya berdoa semoga Rumah Sakit ini tidak banyak penghuninya. Semoga di Jatim segera turun jumlah pasien positif,” beber Terawan.

Pandemi Covid-19 ini belum tau kapan akan berakhir, oleh karenanya masyarakat diharapkan bisa mematuhi protokol kesehatan.

“Jangan mengabaikan protokol kesehatan. Kuncinya adalah disiplin. Protokol kesehatan harus jadi Jargon, harus jadi harga mati,” pungkas dia.

 Sementara itu, Gubernur Khofifah senang atas atensi dan bantuan Menkes dan Kepala BNPB yang hadir langsung di Grahadi.

"Saya memang berpikir ada saatnya, kami di Jawa Timur ini mendapatkan support (dukungan) dari bapak-bapak ini untuk memberikan energi positif untuk kami di Jawa Timur," ujar Gubernur.

Selain memberikan bantuan,  Menkes dan Kepala BNPB juga meresmikan rumah sakit (RS) Lapangan milik Pemprov Jatim. Rumah sakit tersebut sebagai salah satu bentuk upaya penguatan untuk penanganan Covid-19.  Berdasarkan data dari gugus tugas kuratif Covid-19 Jatim, terdapat  23 pasien dari Puskesmas dan rumah sakit sekitar. Adapun total kapasitas saat ini ada 271 bed dengan kapasitas maksimal 521 bed. Terdapat beberapa ruang di Rumah Sakit Lapangan yakni ruang rawat inap di tenda, ruang aula graha Indrapura, ruang rawat dalam, kantin swalayan, toilet portabel, ruang rawat depan, ruang rawat inap 1 kamar dengan 2 tempat tidur dan ruang HCU sebagai transisi sebelum merujuk pasien.