Dinkesjatim Tingkatkan Kewaspadaan Virus Corona

2020-01-24 07:59:16 || Sudah dibaca sebanyak : 125X

Jelang Imlek Dinas Kesehatan Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Virus Corona

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit pneumonia berat yang disebabkan oleh virus corona yang telah menyebabkan setidaknya 6 orang meninggal di Wuhan, Cina.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, dr. Herlin Ferliana, M.Kes. mengatakan, meski di Jatim belum ada yang terinfeksi, jajaran kesehatan harus tetap waspada terutama jelang perayaan Imlek mendatang.

"Sampai hari ini Jawa Timur masih aman, belum ada yang terdeteksi. Tetapi kita tidak boleh lengah, karena sebentar lagi ada perayaan  Imlek, ada pergerakan orang-orang dari Cina, Singapura, Indonesia, saling bergerak. Oleh karena itu kita harus tetap waspada dengan mengoptimalkan Thermal Scanner (alat pemindai suhu tubuh) di pintu-pintu masuk negara seperti bandara maupun pelabuhan," ujarnya Kamis (23/1/2020).

Dinkes Jatim telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pengawasan terhadap orang-orang dari luar negeri yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan melalui Thermal Scanner. Selain itu, Rumah Sakit di seluruh Kota/Kabupaten telah diinstruksi untuk lebih peka terhadap pasien yang menunjukkan gejala pneumonia, khususnya bagi pasien yang baru saja bepergian dari Cina ataupun negara sekitarnya. Serta disediakan ruang isolasi bagi pasien yang positif.

"Kalau kita sudah curiga seperti ini, ada orang yang terinfeksi, maka rumah sakit kelas A dan B, sudah kita minta untuk menyiapkan ruang-ruang isolasi, supaya memutus penularan. Dilakukan penatalaksanaan secara betul dan dilakukan surveilans (pelacakan). Dia dekat dengan siapa saja, supaya kita bisa mengawal agar yang  tertular tadi jangan sampai menjadi sakit yang parah" jelasnya.

Penyakit ini memiliki ciri-ciri yang hampir mirip dengan penyakit pneumonia pada umumnya. Salah satunya batuk, sesak, nyeri kepala. Namun, karena virus korona tergolong ganas, efek yang ditimbulkan bisa sangat cepat dan mampu menimbulkan kematian.

"Kenapa kita kok khawatir, kita belajar tahun 1990 yang kumannya satu saudara dengan SARS, terjadi pandemi dan terjadi kematian luar biasa. Ini tidak boleh terulang lagi di dunia. Sehingga kita siapkan sebaik-baiknya," ujarnya.