Cegah GAKY

2015-04-01 01:47:38 || Sudah dibaca sebanyak : 2201X

Cegah GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) dengan Garam Beryodium

Garam beryodium adalah garam biasa yang sudah mengalami penambahan zat yodium di dalam garam. Yodium yang ada pada garam bukan seperti yodium yang ada pada obat luka, tapi sejenis zat mineral yang ada di alam ( tanah, air, dll) yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk hormon tiroksin yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Garam beryodium berasal dari zat air dan zat asal iodium, atau senyawa iodium dengan senyawa bukan logam yang berasal dari ion I yang berguna untuk menjaga kelenjar gondok atau tiroksin.

Kekurangan yodium dalam tubuh merupakan masalah yang serius, hal ini dikarenakan dampak GAKY yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia yang mencakup 3 aspek, yaitu aspek perkembangan kecerdasan, aspek perkembangan sosial dan aspek perkembangan ekonomi.

Dampak GAKY pada ibu hamil mengakibatkan keguguran, pada janin mengakibatkan janin lahir mati, meningkatkan kematian janin, kematian bayi, kretin (keterbelakangan mental, tuli, mata juling, lumpuh spatis), pendek, dan kelainan fungsi psikomotor. Pada bayi baru lahir mengakibatkan gondok dan hipotiroid (penyakit kekurangan hormon tiroid dalam tubuh). Pada anak dan remaja dapat menyebabkan gondok, gangguan pertumbuhan fisik dan mental, dan hipotiroid. Pada masa dewasa dapat mengakibatkan gondok, hipotiroid, gangguan fungsi mental, dan hipertiroid (gangguan akibat tubuh memproduksi hormon tiroid terlalu banyak)

Penggunaan garam beryodium dapat mencegah dan menanggulangi terjadinya GAKY. Manfaat garam beryodium antara lain :

1. Membantu pemeliharaan kelenjar tiroid

2. Menjauhkan dari penyakit gondok, gangguan pendengaran, pendek, dan semangat rendah

 3. Kandungan yodium pada garam bisa membantu tubuh memanfaatkan kalori secara optimal sehingga mencegah penyimpanan lemak secara berlebih

 4. Banyak yang tidak menyadari bahwa garam beryodium bisa membantu tubuh dalam menghilangkan racun dari dalam tubuh.

 5. Garam beryodium bisa membantu sistem metabolisme tubuh untuk lebih maksimal dalam memanfaatkan kalsium 

 6. Kandungan yodium pada garam  merupakan elemen yang penting  bagi perawatan rambut. Karena bila kita kekurangan yodium maka salah satu efeknya adalah rambut yang rontok.

 7. Garam beryodium membantu proses petumbuhan normal dan kematangan organ reproduksi. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi yodium sesuai kebutuhan supaya pertumbuhan janin bisa berkembang dengan baik. 

8. Garam beryodium bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh karena garam beryodium bisa mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam perut kita

Penggunaan garam beryodium dalam masakan perlu dibatasi, semua akan bermanfaat apabila kadarnya sesuai dengan kebutuhan. Jumlah kebutuhan yodium dalam tubuh berbeda- beda menurut kelompok umur dan kondisi fisiologis tubuh seseorang. Konsumsi garam beryodium yang berlebihan akan memberikan efek negatif terhadap tubuh. Hal ini dikarenakan selain mengandung yodium garam juga mengandung natrium. Mengkonsumsi natrium berlebih akan meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya stroke. Untuk menghindari efek samping konsumsi garam beryodium yang berlebih, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram per orang per hari (2 gram garam tiap 1000 kkal) atau satu sendok teh per hari.

Apabila kita telah mengkonsumsi garam sesuai kebutuhan, maka tubuh akan memperoleh asupan garam yodium yang cukup, dan batas ambang konsumsi natrium tidak terlampaui. Manfaat yodium dalam mencegah, dan menanggulangi GAKY sangat penting, sehingga perlu memperhatikan kualitas dan standart garam beryodium yang dikonsumsi. Cara untuk menilai kualitas garam beryodium sangat mudah, dengan tes Kit yodina di puskesmas atau apotik. Garam diambil sedikit kemudian ditetesi dengan cairan iodina. Kemudian warna yang timbul dibandingkan dengan petunjuk warna. Garam beryodium yang bermutu baik akan menunjukkan warna biru keunguan. Semakin tua warna yang ditunjukkan, maka semakin baik mutu garam. Untuk menjaga kualitas garam beryodium, sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan terhindar dari sinar matahari.

Garam beryodium yang dikonsumsi harus memenuhi Standart Nasional (SNI). antara lain garam tesebut mengandung 30-80 ppm yodium (Depkes RI). Di pasaran ada berbagai macam bentuk garam beryodium antara lain berbentuk halus, briket, dll dengan berbagai merk dagang. Garam yang baik yang dijual di pasaran, memiliki ciri- ciri antara lain berlabel mengandunga yodium, berwarna putih bersih, kering, kemasan baik/ tertutup rapat.

LAKIP


CACAK