Jatim Duduki Peringkat Kedua Kasus Tuberkulosis

2015-03-23 20:59:29 || Sudah dibaca sebanyak : 1050X

surabayanews.co.id – Kasus penyakit tuberkulosis di Jawa Timur menduduki peringkat kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Tingginya kasus penyakit tuberkulosis juga berdampak pada tingginya angka kematian di Jawa Timur yang mencapai 119 kasus sepanjang tahun 2014 hingga Maret 2015. Sampai dengan tahun 2014, Indonesia masuk lima besar negara sebagai terbanyak tuberkulosis di dunia. Setiap tahunnya terdapat 460 ribu kasus dan 67 ribu orang diantaranya meninggal dunia.

Peringatan hari tuberkulosis yang jatuh pada 24 Maret 2015, Jawa Timur dinyatakan darurat tuberkulosis. Itu tak lepas dari posisi Jawa Timur yang menempati peringkat kedua setelah Jawa Barat.

Dari data dinas kesehatan Jawa Timur kasus tuberkulosis sepanjang tahun 2014 hingga Maret mencapai 40.985 kasus dengan angka kematian mencapai 119 kasus. Kota Surabaya sendiri menempati urutan pertama di Jawa Timur sebagai penyumbang tuberkulosis dengan kasus hingga 4078, disusul kabupaten Jember, Pasuruan, Sidoarjo dan Banyuwangi.

Harsono kepala dinas kesehatan Jawa Timur mengklaim pada tahun 2014, pihaknya sudah mengobati hampir ribuan pasien. Sementara itu tingginya kasus tuberkulosis juga terjadi pada anak-anak. Saat ini terdapat 2139 kasus tuberkulosis menyerang anak anak. Tingginya kasus tuberkulosis pada anak-anak dinas kesehatan Jawa Timur mengaku, pihaknya masih kesulitan untuk menemukan kasus tuberkulosis pada anak-anak.

“Kita mempunyai suatu komitmen bahwa petugas kita di lapangan itu harus selalu mencari tempat temuan penderi baru,” kata Harsono, Kadinkes Jatim.

Untuk mengantisipasi tingginya tuberkulosis pada tahun ini, dinas kesehatan Jawa Timur berupaya untuk menyiapkan seluruh rumah sakit, klinik, dokter praktek dan puskesmas untuk mengobati tuberkulosis, dan menyediakan obat gratis.

Sumber : Surabayanews.co.id(cil/rid)

LAKIP


CACAK