SITUASI TERKINI DBD DI JAWA TIMUR

2016-02-10 10:17:54 || Sudah dibaca sebanyak : 2096X

 

SITUASI TERKINI DEMAM BERDARAH DENGUE DI JAWA TIMUR

 

Musim hujan identik dengan musim penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Mulai bulan Desember tahun 2015, perlahan-lahan tapi pasti, jumlah kasus demam berdarah di Jawa Timur bergerak naik. Selama bulan Januari sampai tanggal 31 tercatat sebanyak 2.587 pasien yang dilaporkan dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur (data per 10 Februari 2016). Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 pasien meninggal dunia. Dengan demikian selama bulan Januari 2016 tercatat angka kematian (case fatlity rate) sebesar 1,8%. Pada bulan Februari, sampai dengan tanggal 10 Februari 2016, terlaporkan sebanyak 80 kasus dengan kematian sebanyak 1 orang. Angka tersebut baru dihimpun dari 11 kabupaten/kota yang melaporkan data bulan Februari ke Dinas Kesehatan Provinsi.

Jumlah kasus DBD di bulan Januari tahun ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan yang sama di tahun 2015. Pada tahun 2015 bulan Januari tercatat kasus DBD sebanyak 4.584 sedangkan kematian sebanyak 59 orang (case fatlity rate sebesar 1,28%). Kasus DBD di beberapa kabupaten kota sudah menembus angka di atas 100 untuk Bulan Januari 2016. Lima kabupaten yang melaporkan kasus terbanyak di bulan Januari 2016 adalah Kabupaten Jombang (250 kasus), Kabupaten Pacitan (167 kasus), Kabupaten Banyuwangi (142 kasus), Kabupaten Ngawi (126 kasus) dan Kabupaten Kabupaten Mojokerto (117 kasus). Kematian terbanyak tercatat di Kabupaten Jombang dengan 8 kematian disusul Kabupaten Kediri dan Kabupaten Mojokerto masing-masing 4 orang, lalu Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang masing-masing 3 orang.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menanggulangi permasalah DBD sudah dimulai sejak sebelum musim penularan. Demikian pula yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota sebagai bentuk antisipasi kemungkinan merebaknya DBD. Adapu yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah:

Menyampaikan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tentang kewaspadaan dini sebelum masa penularan (pada bulan November 2015)
Deklarasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik pada peringatan HKN tingkat Provinsi Jawa Timur pada tanggal 8 Desember 2015
Melakukan pendampingan kepada KabKota yang mengalami peningkatan kasus DBD, meliputi mentoring klinik, dan bimbingan teknis Penyelidikan Epidemiologi
Mendistribusikan serta menyiapkan stok logistik (berupa insektisida dan larvasida) dan peralatan untuk penanggulangan DBD yang akan didistribusikan ke kabupaten dan kota yang memerlukan
            Menyampaikan Surat Edaran kedua ke Bupati/Walikota tentang Kewaspdaan Dini DBD pada bulan Januari 2016

 

Jumlah kasus di bulan Januari merupakan tolok ukur puncak musim penularan DBD sebagaimana data yang terkumpul pada periode tahun sebelumnya. Diharapkan pada tahun ini jumlah kasus di bulan Januari juga merupakan jumlah puncak, sehingga tahun 2016 jumlah kasus DBD tidak sebanyak tahun 2015.

 

Tabel Jumlah Total Kasus DBD dan Jumlah Kasus Puncak per tahun 2010-2015

 

Himbauan kepada masyarakat terkait dengan meningkatnya jumlah DBD adalah sebagai berikut:

Mengintensifkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus (Menutup tempat penampungan air, Menguras tempat penampungan air seminggu sekali, Memanfaatkan barang bekas atau menguburnya bila tidak dimanfaatkan lagi PLUS kegiatan untuk menghindarkan diri dari gigitan nyamuk dan memberi larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras)
Menunjuk salah satu anggota keluarga untuk menjadi juru pemantau jentik di rumah sendiri sebagai bagian dari Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik
Segera memeriksakan keluarga terutama anak-anak bila mengalami demam tinggi.
Bila ada keluarga yang didiagnosis DBD, segera melapor ke Puskesmas setempat untuk dilakukan Penyelidikan Epidemiologi yang menentukan perlu tidaknya dilakukan fogging

 

Semoga DBD di Jawa Timur dapat dikendalikan melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

 

(Editor : ibass dan disetujui oleh : 64renk)