Webmail e-Reporting e-yankesdas PPK Regional Jatim hidden counter
Banner Beranda

Tanggal update : 07 Feb 2012 7:49
Kegiatan Pengendalian Kanker di Jawa Timur

PENDAHULUAN

Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sedang dihadapi saat ini  dalam pembangunan kesehatan adalah beban ganda penyakit, yaitu di satu pihak masih adanya penyakit infeksi yang harus ditangani, dilain pihak semakin meningkatnya penyakit  tidak menular. Angka kematian penyakit tidak menular meningkat dari 41,7% pada tahun 1995 menjadi 59,5% pada tahun 2007 (Riskesdas 2007).

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit  tidak menular yang mempunyai kecenderungan meningkat setiap tahunnya, sehingga beban yang harus ditanggung akibat penyakit tersebut juga semakin tinggi.

Menurut laporan WHO 2003, terdapat lebih dari 10 juta kasus penderita baru penyakit kanker. Prediksi peningkatan setiap tahun kurang lebih 20%, sehingga diperkirakan pada tahun 2020 jumlah penderita baru penyakit kanker akan mencapai hampir 20 juta penderita per tahun, dan diperkirakan 84 juta orang akan meninggal pada 10 tahun ke depan bila tidak dilakukan intervensi yang memadai.

Penanganan penyakit kanker di Indonesia belum dapat dilaksanakan secara optimal, sebab hampir 70% kasus baru ditemukan dalam keadaan stadium yang sudah lanjut. Hali ini terjadi karena penanganan penyakit tidak menular belum sepenuhnya mendapat prioritas dari pemerintah dan berbagai pihak.

Insidens kanker di Indonesia masih belum dapat diketahui secara pasti, karena belum ada registrasi berbasis populasi yang dilaksanakan. Tetapi dari data Globocan 2002, IARC (International Agency for Research on Cancer) didapatkan estimasi insidens kanker payudara di Indonesia sebesar 26 per 100.000 perempuan, dan kanker leher rahim sebesar 16 per 100.000 perempuan. Sedangkan data dari SIRS (Sistem Informasi Rumah sakit) di Indonesia tahun 2004 diketahui bahwa  kanker payudara menempati urutan pertama pasien rawat inap (15,4%) dan pasien rawat jalan (15,78%), sedangkan berdasarkan data dari Badan registrasi Kanker Ikatan Dokter Ahli Patologi Indonesia (IAPI) tahu 1998 di 13 rumah sakit di Indonesia, kanker leher rahim menduduki peringkat pertama dari seluruh kasus kanker sebesar 17,2% diikuti kanker payudara (12,2%).

Kedua kanker diatas menjadi salah satu masalah utama pada kesehatan perempuan di dunia, terutama di negara berkembang yang mempunyai sumber daya terbatas seperti di Indonesia. Alasan utama meningkatnya kedua kanker tersebut di negara berkembang adalah karena kurangnya program penapisan yang efektif yang bertujuan untuk mendeteksi keadaan sebelum terjadinya kanker maupun kanker pada stadium dini termasuk pengobatannya sebelum proses  invasiv yang lebih lanjut.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga ikut andil dalam upaya penurunan angka kesakitan dan kematian kanker, khususnya kanker leher rahim dan payudara.

ANALISA SITUASI DI JAWA TIMUR

Tabel 1. Distribusi penyakit kanker di rumah sakit sentinel (rawat jalan) se Jawa Timur berdasarkan waktu

No

Penyakit

2007

2008

2009

2010

2011

1

Neoplasma ganas serviks

771

821

671

868

901

2

Neoplasma ganas payudara

666

927

825

1253

1527

3

Neoplasma ganas hati & sal empedu intrahepatik

212

651

139

160

137

4

Neoplasma ganas bronchus

70

89

51

863

528

Sumber : laporan STP RS sentinel tahun 2007,2008,2009,2010,2011

 Informasi lebih detail bisa download di sini.


(Kategori : Agenda, Bidang PPMK)
Highlight

Kesehatan Dalam Angka Terkini Pembangunan Kesehatan Dalam Pe Trend Pembangunan Kesehatan Selayang Pandang JKN Jatim Be Flu Free Hit Counter